新闻是有分量的

Kunjungan Raja Salman:Menjalin relasi lewat investasi

发布时间2017年3月1日下午3:33
2017年3月1日下午3:33更新

Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi(tengah)tiba di Bandara Halim Perdanakusuma,Jakarta,Rabu(1/3).Foto oleh Rosa Panggabean / ANTARA

Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi(tengah)tiba di Bandara Halim Perdanakusuma,Jakarta,Rabu(1/3).Foto oleh Rosa Panggabean / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Raja阿拉伯沙特 Salman bin Abdulaziz Al Saud tiba di Bandara Halim Perdanakusuma,雅加达,Rabu siang,1 Maret 2017.Kedatangan Raja Salman ke印度尼西亚adalah bagian dari tur亚洲杨akan dilakukannya sepanjang Maret ini。

Raja Salman memulai turnya ke亚洲dengan mengunjungi马来西亚pada 26-28 Februari lalu。 Setelah itu ia bersama rombongannya terbang ke Jakarta pada 1 Maret。 Raja Salman akan berada di Jakarta hingga 4 Maret mendatang。

Setelah itu ia akan berlibur ke Bali dan baru akan meninggalkan Indonesia pada 9 Maret nanti。 Tujuan Raja Salman berikutnya adalah Jepang yang akan dikunjunginya selama dua hari,yakni pada 12-14 Maret。 Setelah itu ia akan terbang ke China,Brunei Darussalam,dan Maladewa。

Apa yang membuat Raja Salman berkeliling Asia? Karishma Vaswani dari BBC dan Frank Kane dari ArabNews menyebutkan motif di balik safari Raja Salman ke Asia adalah eknonomi。 Ia ingin menjalin kerjasama investasi dengan sejumlah negara Asia yang dikunjunginya。

Sebab saat ini posisi阿拉伯沙特sebagai produsen minyak terbesar bagi中国mulai disaingi oleh Rusia dan伊朗。 Raja Salman双关语merasa perlu ke中国语言memastikan negeri tirai bambu tersebut tetap mengimpor minyak dari mereka。

Seperti diketahui,perusahaan minyak Arab Saudi,Saudi Aramco,direncanakan akan memulai 首次公开募股 (IPO)pada 2018. Kunjungan Raja Salman ke Asia ini pun dipercaya untuk menarik minat negara-negara tersebut untuk berinvestasi di Saudi Aramco。

Situasi politik di Amerika Serikat saat ini juga diyakini menjadi motif yang mendorong Raja Salman berkeliling Asia。 沙特丹Amerika telah menjalin kerja sama sejak喇嘛。 Namun terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden membuat hubungan tersebut dipertanyakan。

Pendirian特朗普tentang“ 反贸易 ”(反perdagangan luar negeri)membuat ketidakpastian itu。 Ini bisa dilihat dari keputusan Raja Salman untuk mengunjungi Asia lebih dulu dari Amerika semenjak Donald Trump terpilih。

Seorang jurnalis spesialisasi bisnis di Dubai,Krane,menyebutkan Arab Saudi bercita-cita menjadi pusat Arab dan dunia Islam,pembangkit investasi,dan penghubung bagi tiga benua(Asia,Afrika,dan Eropa)pada 2030 mendatang。

Untuk mewujudkan mimpi besar tersebut Saudi Saudi perlu menjalin relasi bisnis dan kerjasama yang baik dengan negara-negara Asia。 Atas dasar itulah,antara lain,Raja Salman'turun gunung'dengan mengunjungi negara-negara Asia。 -Rappler.com