新闻是有分量的

Temukan bukti rekaman kekerasan,polisi periksa 11 peserta diksar Mapala UII

2017年2月28日下午3:00发布
2017年2月28日下午3:02更新

Sejumlah peserta diksar Mapala UII saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Karanganyar,Selasa(28/2)。 Foto oleh Ari Susanto / Rappler

Sejumlah peserta diksar Mapala UII saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Karanganyar,Selasa(28/2)。 Foto oleh Ari Susanto / Rappler

KARANGANYAR,印度尼西亚 - Polres Karanganyar terus melanjutkan penyelidikan atas kasus kekerasan dan penganiayaan dalam Pendidikan Dasar Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Islam Indonesia(diksar mapala UII)yang menyebabkan tiga mahasiswa meninggal dan belasan lainnya luka-luka。

Hari ini 11 mahasiswa peserta diksar yang sebelumnya mengalami luka-luka dan menjalani perawatan di rumah sakit di Yogyakarta dipanggil ke Mapolres Karanganyar untuk diperiksa。 Mereka tiba di Mapolres Karanganyar pukul 10.30 WIB didampingi tim hukum dari UII。

“Agendanya pemeriksaan tambahan terhadap saksi-saksi,untuk mendalami apakah kekerasan ini sistemik atau hanya dilakukan oknum,”kata Wakil Kapolres Karanganyar Kompol Prawoko,Selasa siang,28 Februari 2017.“Kami sudah menerima visum(VER)luka dari rumah sakit atas 14 korban yang diraw​​at dan berhasil membuka file rekaman yang terhapus。“

Pemanggilan kepada 11 mahasiswa ini dilakukan setelah polisi berhasil menemukan bukti tambahan berupa video dan foto yang secara eksplisit menggambarkan kekerasan yang dilakukan panitia kepada peserta di lokasi diksar。 Dokumentasi视觉ini berasal dari CPU komputer,笔记本电脑,dan kamera yang disita polisi dari Sekretariat Mapala UII beberapa waktu lalu。

Sebelumnya,polisi tidak menemukan file apapun yang tersimpan di perangkat elektronik tesebut。 Panitia diduga sudah menghapus file untuk menghilangkan bukti。 Namun,tim Labfor Polda Jawa Tengah berhasil memulihkan semua file yang terhapus。 Rekaman itu akan menjadi petunjuk bagi polisi untuk mengembangkan penyidikan dan menjerat tersangka baru。

Saat ini polisi telah menetapkan dua orang tersangka,yakni Angga Septiawan dan M Wahyudi。 Berkas keduanya bahkan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Karanganyar pada pekan lalu。 Dalam pemeriksaan,kedua tersangka mengakui melakukan kekerasan dan penganiayaan terhadap korban。 Mereka dijerat dengan pasal 170 dan 351 KUHP tentang pengeroyokan dan penganiayaan yang menyebabkan kematian orang lain。

Seperti diberitakan sebelumnya,tiga mahasiswa tewas setelah mengikuti kegiatan Diksar Mapala UII The Great Camping pada 13-20 Januari di Hutan Tlogodringo,Desa Gondosuli,Tawangmangu,Karanganyar,yang terletak di lereng Gunung Lawu。 Mereka adalah Syaits Asyam(19),Muhammad Fadli(20),Ilham Nurpadmi Listia Adi(20)。 -Rappler.com