新闻是有分量的

Enam alasan yang membuat Rizieq Shihab yakin Ahok menista agama

2017年2月28日上午11:20发布
2017年2月28日上午11:20更新

Pemimpin Front Pembela Islam(FPI)Rizieq Shihab memasuki ruang sidang di Gedung Kementerian Pertanian,Jakarta Selatan,Selasa(28/2)。 Foto oleh Ramdani / ANTARA

Pemimpin Front Pembela Islam(FPI)Rizieq Shihab memasuki ruang sidang di Gedung Kementerian Pertanian,Jakarta Selatan,Selasa(28/2)。 Foto oleh Ramdani / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Pemimpin Front Pembela Islam(FPI)Rizieq Shihab bersikukuh menyebut Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama telah menodai agama。

Sikap Rizieq Shihab ini disampaikan dalam sidang perkara penodaan agama yang berlangsung di Auditorium Gedung Kementerian Pertanian,Ragunan,Jakarta Selatan,hari ini。

Rizieq mengatakan setidaknya ada enam alasan kenapa ucapan Ahok tentang Surah Al Maidah ayat 51 di Kepulauan Seribu masuk dalam kategori penistaan​​ terhadap agama。

Dalam kunjungannya ke Kepulauan Seribu pada 9月27日tahun lalu,Ahok mengatakan,“Jadi jangan percaya sama orang,kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya。 Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51,macam-macam itu。“

Rizieq mengatakan dirinya telah menonton secara utuh video rekaman pidato Ahok di Kepulauan Seribu tersebut。 Ia pun menyoroti 6 hal dalam kalimat Ahok tentang Surah Al Maidah ayat 51 yang bisa dijadikan alasan untuk menyatakan Ahok bersalah。

Pertama,Rizieq menunjuk frase'jadi jangan percaya sama orang'yang diucapkan Ahok。 Frase ini,menurut Rizieq,mengajak masyarakat Kepulauan Seribu untuk tidak percaya pada orang-orang yang mengucapkan Surah Al-Maidah ayat 51. Isi surah tersebut,kata Rizieq,adalah ajakan agar umat islam tidak memilih pemimpin non-muslim。

Rizieq kemudian menunjuk frase'nggak pilih saya'yang menurutnya memperjelas niatan Ahok saat berpidato。 “Pernyataan yang dilontarkan terdakwa dalam konteks Pilkada。 Itu nggak ada hubungannya dengan perikanan,itu berarti Pilkada,“kata Rizieq。

Ketiga,Rizieq mempermasalahkan frase'dibohongi pakai Al-Maidah 51'。 Menurutnya,frase ini berarti seluruh umat Islam yang mendengarkan pidato Ahok adalah orang-orang yang dibohongi。

Selain itu frase tersebut juga memposisikan Surat al-Maidah sekaligus Al-Qur'an sebagai alat sekaligus sumber kebohongan。 “Jadi terdakwa mengatakan dibohongi surat al-Maidah,berarti dibohongi Al-Qur'an,”kata dia。

Terkait siapa yang Ahok maksud sebagai pelaku pembohongan,Rizieq menafsirkannya sebagai seluruh pengucap Surat Al-Maidah。 Karena dengan tidak menyebutkan secara spesifik siapa yang dimaksud dalam pidato tersebut,art​​inya dapat menyeluruh。 “Bukan hanya penodaan al-Qur'an tetapi penghinaan rasulullah,nabi dan para sahabat,dan seluruh umat muslim,”Rizieq melanjutkan。

Keempat,pada frase'maamam-macam itu'Rizieq menilai konotasinya bisa diasosiasikan kepada orang atau kepada kitabnya。 “Macam-macam itu surat Al-maidah 51,berarti ini pelecehan,”kata Rizieq。

Kelima ia menyoroti frase'takut-takut'yang diartikannya sebagai masyarakat takut memilih Ahok di Pilkada DKI雅加达2017 karena disebut akan masuk neraka。 “Berarti konteksnya adalah pilkada。 Sekaligus melecehkan muslim yang memilih non-muslim sebagai pemimpinnya。“

Terakhir adalah Rizieq menyoroti kata'dibodohin'yang baginya mempertegas penodaan yang dilakukan Ahok。 Menurut dia,dengan frase ini,Ahok tak hanya menyebut umat muslim dibohongi,tapi sekaligus juga telah dibodohi。

Keterangan Rizieq Shihab di pengadilan ini sempat ditolak oleh tim kuasa hukum Ahok。 Sebab,mereka menilai Rizieq tidak layak memberikan keterangan sebagai ahli agama。

Baca:

Namun Majelis Hakim memutuskan untuk tetap mendengarkan keterangan dari Rizieq Shihab。 “Keterangannya dipakai atau tidak,akan ada di putusan,”kata Hakum Ketua Dwiarso Budi Santiarto。

Rizieq sendiri mengatakan kehadirannya dalam persidangan atas rekomendasi Majelis Ulama Indonesia。 “Saya direkomendasikan MUI karena MUI diminta merekomendasikan beberapa ahli agama,”kata Rizieq。-Rappler.com