新闻是有分量的

Tragis:Satu keluarga di Bali tewas setelah menenggak pestisida

2017年2月23日下午3点40分发布
2017年2月23日下午3:40更新

雅加达,印度尼西亚 - Satu keluarga yang terdiri dari suami-istri bersama kedua anak mereka ditemukan tewas dengan mulut berbusa di rumah mereka di Desa Bondalem,Kecamatan Tejakula,Buleleng,Bali。

“Dari pemeriksaan awal tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap para korban,”kata Kepala Polres Buleleng Ajun Komisaris Besar Polisi I Made Sukawijaya di Singaraja,Bali,Kamis 23 Februari 2017。

Keempat orang yang tewas tersebut yakni kepala keluarga bernama Kadek Artaya(32),Kadek Suciani(27)berstatus ibu rumah tangga,Putu Wahyu Adi Saputra(7)dan Kadek Dwi Cahya Putri(3)。

Sukawijaya mengatakan kasus ini bermula dari kecurigaan saksi,yakni ayah Kadek Artaya,yang mencium bau menyengat saat berkunjung ke rumah korban。 Semula saksi menduga bau tersebut berasal dari kompor gas。

Ketika dilihat ke dapur tidak ada gas yang bocor,saksi kemudian beranjak ke kamar korban。 Ternyata pintu kamar terkunci dari dalam。 Kecurigaan saksi semakin menguat。

“Saksi kemudian mendobrak kamar tersebut dan dilihat semua korban dalam posisi tertidur。 Semua korban keluar busa dari mulutnya,“kata Sukawijaya。

Dari kamar tersebut,polisi kemudian menemukan satu botol obat pestisida yang masih ada sisanya。 Polisi juga mengamankan dua botol minuman ringan jenis sprite dan satu buah gelas。

Keempat korban ini diduga tewas setelah menenggak obat peptisida tersebut。 “Kami akan terus melakukan pengembangan,tetapi dugaan sementara karena faktor tersebut,”Sukawijaya melanjutkan。

Belum diketahui pasti kenapa keluarga ini melakukan bunuh diri secara bersamaan。 Namun saksi menduga aksi nekat ini dilakukan karena dua dari empat korban mengalami sakit batuk berkepanjangan。

Kadek Suciani dan anaknya Putu Wahyu Adi Saputra,menurut keterangan saksi,mengalami batuk parah sejak lama。 Dugaan sementara,mereka frustrasi dengan kondisi tersebut。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com