新闻是有分量的

Presiden Jokowi akan bersikap soal Freeport

2017年2月23日上午11:24发布
2017年2月23日上午11:28更新

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pelantikan DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convenction Center(SICC),Kabupaten Bogor,Jawa Barat,Rabu(22/2)。 Foto oleh Yulius Satria Wijaya / ANTARA

Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutan dalam pelantikan DPP Partai Hanura periode 2016-2020 di Sentul International Convenction Center(SICC),Kabupaten Bogor,Jawa Barat,Rabu(22/2)。 Foto oleh Yulius Satria Wijaya / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Presiden Joko“Jokowi”Widodo mengatakan untuk sementara ini dirinya masih mempercayakan penyelesaian masalah Freeport kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan

Sekarang ini biar menteri dulu,”kata Presiden Jokowi setelah meluncurkan bantuan pangan nontunai melalui kartu keluarga sejahtera di Gedung Olahraga Popki,Cibubur,Jakarta Timur,Kamis 23 Februari 2017。

Persoalan pemerintah dengan自由港bermula ketika pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2017 tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan矿物dan Batubara pada 11 Januari 2017。

Dalam beleid tersebut pemerintah menegaskan ketentuan bahwa pemegang Izin Usaha Pertambangan(IUP)dan Izin Usaha Pertambangan Khusus(IUPK)yang sahamnya dimiliki oleh asing untuk melakukan divestasi saham sampai 51%secara bertahap。

Divestasi saham hingga 51%inilah yang sulit diterima Freeport。 Sebab mereka hanya berkomitmen melepas saham sebesar 30%。 Alhasil,PT Freeport印度尼西亚双关语mengekspor konsentratnya sejak 12 Januari 2017。

Saat ini perwakilan Freeport dan pemerintah Indonesia masih melakukan negosiasi untuk mencari titik temu。 “Kita ingin dicarikan solusi yang menang-menang,solusi yang双赢。 Kita ingin itu。 Karena ini urusan bisnis,“kata Presiden Jokowi。

Namun,Presiden Jokowi melanjutkan,kalau Freeport sulit diajak bermusyawarah dan berunding,barulah dirinya yang akan maju。 “Kalau memang sulit diajak musyawarah dan sulit diajak berunding,saya akan bersikap,”kata Presiden Jokowi。 -Rappler.com