新闻是有分量的

Kapolri:Warga Korut yang rekrut Siti Aisyah untuk节目真人秀节目

2017年2月22日下午5:55发布
2017年2月22日下午6:15更新

DITAHAN。 Warga Indonesia,Siti Aisyah ditahan oleh kepolisian Malaysia hingga tanggal 22 Februari karena diduga terkait pembunuhan Kim Jong-Nam,saudara tiri Kim Jong-Un。 Foto dari Kepolisian Diraja Malaysia

DITAHAN。 Warga Indonesia,Siti Aisyah ditahan oleh kepolisian Malaysia hingga tanggal 22 Februari karena diduga terkait pembunuhan Kim Jong-Nam,saudara tiri Kim Jong-Un。 Foto dari Kepolisian Diraja Malaysia

雅加达,印度尼西亚 - Apa sebenarnya peran warga印度尼西亚,Siti Aisyah,dalam terbunuhnya Kim Jong-Nam di Bandara国际吉隆坡(KLIA)2 pada tanggal 14 Februari lalu? Kepolisian Malaysia belum mengungkap secara detail apa peran perempuan berusia 25 tahun itu sejak dia ditangkap pada tanggal 16 Februari lalu。

Namun,muncul dugaan Aisyah lah yang menyemprotkan cairan ke wajah Jong-Nam ketika dia akan check in terminal keberangkatan。 Hal itu diperkuat dengan rekaman CCTV di gedung terminal yang bocor ke media。

达拉姆中央电视台,hanya terlihat seorang perempuan yang menyerupai Doan Thi Huong。 Mengenakan kaos berwarna putih dan rok pendek,perempuan itu menyerang dari belakang laki-laki yang menyerupai Kim Jong-Nam。 Usai beraksi,perempuan berkaos putih langsung meninggalkan area in dan mencari taksi untuk kabur。

Polri sempat menyebut Aisyah diperalat untuk melakukan perbuatan itu。 Dia mengira tengah mengikuti program real show semacam“ kena loe ”dan menerima bayaran untuk aksinya itu。 Tetapi,kali ini Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Aisyah ikut dalam program itu karena direkrut oleh empat orang warga Korea Utara。

“Informasi sementara yang kami terima dari LO atau kepolisian di sana,yang bersangkutan direkrut untuk menjadi pelaku(acara)lelucon,prank,yang lucu-lucu(semacam)'kena loe ' Satu lagi(yang diajak)warga negara越南。 Kemudian,dari empat orang yang merekrut warga negara asing itu kami lihat datanya memegang paspor Korea Utara,“ujar Tito yang ditemui di Gedung DPR Senayan pada Rabu,22 Februari。

Keempat warga Korea Utara itu kini tengah menjadi buron otoritas berwenang di Malaysia。 Mereka meninggalkan Negeri Jiran di waktu yang bersamaan。

“Tiga atau empat orang itu(kabur)dari Malaysia lalu sempat transit ke Indonesia dan pergi ke negara lain,”kata Tito lagi。

Dia menjelaskan Aisyah direkrut untuk ikut program tersebut di Kuala Lumpur。 Kejadian penawaran program itu bukan terjadi di bandara,tetapi di tempat lain。 Bahkan,Aisyah sudah pernah berlatih sebanyak tiga kali sebelum mempraktikan itu ke Kim Jong-Nam。

Namun,kesimpulan sementara yang menyebut Aisyah merupakan korban karena tidak tahu ketika tengah diperdaya untuk membunuh itu terbantahkan oleh kepolisian Malaysia ketika memberikan keterangan pers pada Rabu pagi tadi。 Kepala Polisi Nasional Malaysia,Khalid Abu Bakar mengatakan kedua perempuan yang kini tengah berada di dalam tahanan mengetahui jika mereka terlibat dalam serangan terhadap seseorang yang menggunakan racun。

“Tentu mereka tahu,”ujar Khalid yang membuat media terkejut。

“Saya kira kalian telah menyaksikan videonya,kan? Seorang perempuan terlihat menjauh dan menuju ke kamar mandi。 Dia sadar betul ada zat beracun dan dia harus mencuci tangannya,“kata Khalid。

Jangan dipaksa mengaku

Ketika dikonfirmasi soal pernyataan Khalid itu,Tito mengaku tidak mempermasalahkan dengan kalimat tersebut。 Sebab,untuk bisa menyimpulkan sesuatu polisi pasti tidak hanya akan mengandalkan pengakuan tersangka。

Namun,yang penting bagi Tito jika nantinya Aisyah tidak terbukti bersalah,maka jangan memaksanya agar mengakui perbuatan yang tidak dia lakukan。

“Tapi,jika dia terbukti bersalah dan diikuti dengan fakta-fakta yang jelas ya silahkan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku di Malaysia。 Kami akan memberikan perlindungan terhadap warga negara kita itu,“katanya。

Sementara,kepolisian Malaysia sudah memperpanjang masa penahanan Aisyah hingga tujuh hari ke depan。 Dalam pandangan Kementerian Luar Negeri Indonesia,artinya kepolisian Malaysia belum menemukan cukup bukti soal keterlibatan Aisyah dalam terbunuhnya Kim Jong-Nam。

“Artinya,masih terlalu dini untuk membuat kesimpulan hukum terhadap kasus ini,”ujar Direktur Perlindungan WNI melalui keterangan tertulis pada Rabu,22 Februari。

Pemerintah Indonesia,Iqbal menjelaskan menghargai proses hukum yang kini tengah berjalan di Malaysia。 Hingga saat ini,tim dari KBRI masih menunggu agar diberikan akses kekonsuleran。

Tekanan serupa sebelumnya sudah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ketika megegelar pertemuan dengan Menlu Vietnam dan Menlu Malaysia di Manila。

“Menlu RI menekankan agar akses kekonsuleran segera dibuka bagi WNI yang ditahan。 Menlu mengingatkan bahwa pemberian akses kekonsuleran yang cepat kepada WNI yang ditahan juga dapat membantu memfasilitasi komunikasi antara Investigator dengan WNI yang ditahan,“kata Retno dalam keterangan tertulis pada Selasa,21 Februari。

Ada keterlibatan Korut?

MELAPOR。 Pria yang diduga menyerupai Kim Jong-Nam tengah melapor ke polisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur(KLIA)2 usai diserang oleh dua orang perempuan。 Foto diambil dari rekaman CCTV yang terpasang di bandara。 Foto oleh富士电视台/法新社

MELAPOR。 Pria yang diduga menyerupai Kim Jong-Nam tengah melapor ke polisi di Bandara Internasional Kuala Lumpur(KLIA)2 usai diserang oleh dua orang perempuan。 Foto diambil dari rekaman CCTV yang terpasang di bandara。 Foto oleh富士电视台/法新社

Dalam jumpa pers yang digelar pagi tadi,Kepala Polisi Malaysia Inspektur Jenderal Khalid Abu Bakar menduga ada keterlibatan dari Korut terkait tewasnya Kim Jong-Nam。 Khalid menyebut ada dua orang yang mereka butuhkan keterangannya secara langsung。

Pertama,adalah Hyon Kwang Song yang menjabat sebagai Sekretaris Kedua di Kedutaan Korut di Kuala Lumpur。 Kedua,Kim Uk Il,seorang pegawai di maskapai Korut Air Koryo。

“Mereka telah dipanggil untuk datang ke kantor polisi。 Kami berharap kedutaan akan bekerja sama dengan kami dan mengizinkan kami meminta keterangan dari mereka secepatnya,“ujar Khalid。

Dia bahkan mengancam,jika Kedutaan Korut menolak untuk bekerja sama,maka kepolisian Malaysia akan mengeluarkan surat penahanan terhadap kedua orang tersebut。

Sementara,empat warga Korut yang tengah mereka buru,diduga keras terlibat dalam penyerangan pada 13 Februari lalu。 Sayangnya,mereka telah kembali ke平壤。

Saat ini,kepolisian Malaysia sudah menahan satu warga Korut bernama Ri Jong Chol。 Dia diketahui bekerja untuk perusahaan teknologi dan informasi。

Sikap Pemerintah Malaysia yang bersikeras mengusut kasus kematian Kim Jong-Nam membuat hubungan kedua negara menjadi tegang。 Sebelumnya,Korut菜单阿拉善Negeri Jiran ingin mengusut kasus ini karena diperintah oleh韩国Selatan。 Tudingan itu dibantah oleh Pemerintah Malaysia。 - Rappler.com