新闻是有分量的

Mendagri:Saya tidak membela Ahok

2017年2月22日下午3:45发布
2017年2月22日下午3:45更新

Mendagri Tjahjo Kumolo(kiri)bersama Sekjen Kemendagri Yuswandi A Temenggung(tengah)dan Dirjen Otda Sumarsono(kanan)mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta,Selasa(22/2)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

Mendagri Tjahjo Kumolo(kiri)bersama Sekjen Kemendagri Yuswandi A Temenggung(tengah)dan Dirjen Otda Sumarsono(kanan)mengikuti rapat kerja dengan Komisi II DPR di Kompleks Parlemen,Senayan,Jakarta,Selasa(22/2)。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Menteri Dalam Negeri(Mendagri)Tjahjo Kumolo memastikan keputusannya mengaktifkan kembali Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI雅加达berdasarkan konstitusi。

“Saya tidak membela Ahok namun membela Presiden。Sehingga kalau pun salah siap diberhentikan.Saya membela Presiden dan kebetulan kasus ini menyangkut Ahok,”kata Tjahjo dalam Rapat Kerja Komisi II DPR,Jakarta,Rabu 22 Februari 2017。

Tjahjo mengatakan ada kasus gubernur menjadi terdakwa namun dituntut Jaksa dengan tuntutan di bawah lima tahun,sehingga bisa mencalonkan kembali。 “Lalu ada seorang bupati tertangkap tangan kasus narkoba,diskresi saya untuk diberhentikan,”ujarnya。

Dia menjelaskan dalam kasus dugaan penodaan agama yang menjerat Ahok,dakwaan yang diajukan Jaksa adalah alternatif,ada yang ancaman hukumannya empat tahun dan lima tahun。

Menurut dia,kalau dirinya memberhentikan Ahok namun dalam proses pengadilannya Jaksa kemudian hanya menuntut empat tahun,maka dirinya akan dipersalahkan。

“Kami bawa ke MA lalu dibalas tanggal 16 Februari,dalam pertemuan kami diskusi,bapak harus balas karena intrepretasinya beda.Walapun semua benar,saya juga mempertanggungjawabkan ke Presiden,”katanya。

Tjahjo mengatakan dirinya konsisten dengan keputusannya untuk menunggu tahapan di pengadilan。 Dia menegaskan dirinya sebagai pembantu Presiden tidak mungkin menjerumuskan Presiden dengan keputusan yang salah。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com