新闻是有分量的

Setelah dua pekan terjebak di rawa,Pesut Mahakam ini berhasil diselamatkan

2017年2月22日下午2:53发布
2017年2月22日下午2:53更新

Pesut mahakam di Desa Sangkuliman,Kecamatan Kota Bangun,Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur。 Foto:Dokumentasi Yayasan RASI / Rappler

Pesut mahakam di Desa Sangkuliman,Kecamatan Kota Bangun,Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur。 Foto:Dokumentasi Yayasan RASI / Rappler

S AMARINDA,印度尼西亚 - Seekor pesut akhirnya berhasil diselamatkan setelah terjebak selama hampir dua pekan di sebuah rawa berukuran 50x50米di Desa Sangkuliman,Kecamatan Kota Bangun,Kutai Kartanegara,Kalimantan Timur。

Hewan langka dengan nama latin Orcaella Brevirostis tersebut diketahui sedang mencari makan di rawa tersebut ketika air rawa mendadak surut。 Mamalia yang menyerupai lumba-lumba itu pun terjebak di rawa。

Ia berhasil diselamatkan setelah tim dari dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam BKSDA Kaltim,Yayasan稀有印度尼西亚水生物种(RASI),dan sejumlah warga turun membantu,Rabu pagi,22 Februari 2017。

“Tadi pagi(Pesut)sudah kembali ke sungai.Sebelumnya tak bisa keluar karena terhalang kayu dan duri,”kata Peneliti Yayasan RASI Danielle Kreb,saat dihubungi dari Samarinda,Rabu 22 Februari 2017。

Dari hasil penelitian Yayasan RASI pada tahun 2016,jumlah maksimal pesut mahakam di sepanjang Sungai Mahakam berjumlah 90 ekor。 “Itu jumlah maksimal,tapi untuk angka validnya sekitar 70 ekor,”kata Kreb。

Kreb berpesan kepada warga untuk menjaga dan melindungi Pesut Mahakam。 Sebab pihaknya mencatat sepanjang tahun 2016 ada 4 ekor Pesut Mahakam yang ditemukan mati。

Ia juga berharap agar tidak ada lagi yang membuang sampah ke sungai ataupun laut。 “Kami pernah menemukan seekor pesut mati karena di dalam perutnya ada popok bayi.Gara-gara itu dia tidak bisa makan lagi,”kata Kreb。 -Rappler.com