新闻是有分量的

Kalah di KPPU,akankah Yamaha dan Honda menurunkan harga skutik mereka?

2017年2月22日上午10:59发布
更新时间:2017年2月22日上午10:59

Foto ilustrasi oleh Wahyu Putro A / Antara

Foto ilustrasi oleh Wahyu Putro A / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia(YLKI)meminta produsen sepeda motor Honda dan Yamaha untuk menurunkan harga jual skuter matik(Skutik)mereka yang dinilai kemahalan。

“YLKI mendesak produsen kendaraaan bermotor agar segera melakukan koreksi harga jual,sesuai dengan kisaran harga yang ditetapkan KPPU,”kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi dalam keterangan tertulis,Selasa 21 Februari 2017。

Seperti diberitakan sebelumnya,Komisi Pengawas Persaingan Usaha(KPPU)memutuskan雅马哈丹本田bersalah karena telah melakukan praktik kartel dalam perjualan sepeda motor skutik。

PT雅马哈印度尼西亚汽车制造丹PT Astra本田汽车terbukti bersekongkol untuk menentukan besaran harga skuter matik,sehingga konsumen tak mendapatkan harga yang kompetitif。

KPPU pada Senin,20 Februari,menjatuhkan sanksi administratif berupa denda pada PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing sebesar Rp 25 miliar dan PT Astra Honda Motor sebesar Rp 22,5 miliar。

YLKI mengapresiasi putusan tersebut karena selama ini konsumen Indonesia harus membayar lebih mahal dibanding kosumen negara lain untuk skutik dengan jenis dan spesifikasi yang persis sama。

Skuter matik yang seharusnya dijual ke pasaran Indonesia seharga Rp 8,7 juta justru dibandrol dengan harga Rp 14-18 juta。 Menurut Tulus Abadi,konsumen dapat melakukan class action kepada PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dan PT Astra Honda Motor。

Sebab denda yang dikenakan terhadap kedua perusahaan tersebut relatif kecil bila dibandingkan dengan kerugian konsumen。 Akankah putusan KPPU ini membuat Yamaha dan Honda menurunkan harga skutik mereka? - dengan laporan ANTARA / Rappler.com