新闻是有分量的

Empat warga Korut buronan polisi马来西亚sempat mampir ke雅加达

2017年2月20日下午8:01发布
2017年2月20日下午8:02更新

BURONAN。 Empat warga韩国Utara yang kini menjadi buronan dari kepolisian马来西亚。 Empat orang itu diduga menjadi otak pembunuhan dari Kim Jong-Nam,saudara tiri pemimpin tertinggi Korut,Kim Jong-Un。 Foto dari Kepolisian Malaysia

BURONAN。 Empat warga韩国Utara yang kini menjadi buronan dari kepolisian马来西亚。 Empat orang itu diduga menjadi otak pembunuhan dari Kim Jong-Nam,saudara tiri pemimpin tertinggi Korut,Kim Jong-Un。 Foto dari Kepolisian Malaysia

雅加达,印度尼西亚 - Kepolisian马来西亚kini tengah memburu empat warga韩国Utara yang diduga menjadi otak pembunuhan Kim Jong-Nam pada tanggal 13 Februari lalu di Bandara Internasional Kuala Lumpur(KLIA)2。Sayangnya,keempat pria itu sudah meninggalkan Negeri Jiran di hari yang sama ketika Kim Jong-Nam tewas terbunuh。

Berdasarkan数据dari kepolisian马来西亚yang disampaikan dalam jumpa pers pada Minggu,19 Februari kemarin mereka tiba di Kuala Lumpur di hari yang berbeda。 Keempat pria yang tengah diburu yaitu:

  • Hong Song-Hac,tiba di Kuala Lumpur tanggal 31 Januari dan meninggalkan Malaysia pada tanggal 13 Februari
  • O Jong Gil,tiba di Kuala Lumpur tanggal 7 Februari dan meninggalkan Malaysia pada tanggal 13 Februari
  • Ri Jae Nam,tiba di Kuala Lumpur tanggal 1 Februari dan meninggalkan Malaysia pada tanggal 13 Februari
  • Ri Ji Hyon,tiba di Kuala Lumpur tanggal 4 Februari dan meninggalkan Negeri Jiran pada tanggal 13 Februari

“Kami sudah mengecek dan telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah meninggalkan Malaysia di hari yang sama ketika peristiwa itu terjadi,”ujar Wakil Inspektur Kepolisian Malaysia,Jenderal Polisi Tan Sri Noor Noor Rashid Ibrahim di Bukit Aman pada hari Minggu kemarin。 (BACA: )

Rashid tidak bersedia buka suara ke mana keempat warga Korut itu kabur。 Namun,sumber di kepolisian Malaysia menyebut keempatnya sudah tiba di Pyongyang pada pekan lalu。 Rute yang dipilih pun mengejutkan,karena mereka sempat mampir ke Jakarta untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Dubai dan Vladivostok lalu berakhir di Pyongyang。

Kepala Bagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi,Agung Sampurno membenarkan jika keempat orang itu sempat masuk ke Jakarta dan terbang menuju ke Dubai pada malam hari。

“Iya,benar(keempat orang itu memang sempat meninggalkan Jakarta),”kata Agung ketika dikonfirmasi Rappler pada Senin malam,20 Februari。

Namun,ada satu di antara mereka yang meninggalkan Jakarta sejak pertengahan bulan Januari。 Berikut数据杨dimiliki oleh pihak imigrasi:

  • Hong Song-Hac,tiba di Jakarta tanggal 13 Februari,terbang menuju ke Dubai dari Cengkareng pada pukul 22:20 WIB di hari yang sama
  • Ri Jae Nam,tiba di Jakarta tanggal 13 Februari,terbang menuju ke迪拜dari Cengkareng pada pukul 22:21 WIB di hari yang sama
  • Ri Ji Hyon,tiba di Jakarta tanggal 13 Februari,terbang menuju Dubai dari Cengkareng pada pukul 22:20 di hari yang sama
  • O Jong Gil,tiba di Jakarta tanggal 19 Januari,terbang menuju ke Bangkok dari Cengkareng pada pukul 11​​:26 WIB di hari yang sama

Hubungan Malaysia-Korut tegang

TAK PERCAYA。 Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia,Kang Chol,member kan keterangan pers di hadapan media pada Senin,20 Februari。 Dia mengatakan Pemerintah Korut tidak percaya terhadap hasil investigasi Malaysia atas kematian warga mereka。 Foto oleh Manan Vatsyasyana /法新社

TAK PERCAYA。 Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia,Kang Chol,member kan keterangan pers di hadapan media pada Senin,20 Februari。 Dia mengatakan Pemerintah Korut tidak percaya terhadap hasil investigasi Malaysia atas kematian warga mereka。 Foto oleh Manan Vatsyasyana /法新社

Sikap Malaysia yang bersikukuh untuk memproses kasus ini membuat Pemerintah Korea Utara frustasi。 Sementara,mereka sejak awal sudah menuntut agar jasad Kim Jong-Nam segera dipulangkan ke Pyongyang。

Namun,Pemerintah Negeri Jiran justru melakukan autopsi terhadap jasad saudara tiri Kim Jong-Un itu dan dipulangkan kepada keluarga terdekat。 Akibatnya,Korut meradang。 Duta Besar Korut di Malaysia,Kang Chol sempat membuat pernyataan keras dan menuding Negeri Jiran berkonspirasi dengan negara yang menjadi musuh mereka。

Sebelumnya,Duta Besar Malaysia di Korut dipanggil oleh Kemlu di Pyongyang untuk memberikan penjelasan soal jasad warga mereka yang justru tak segera dipulangkan。 Pada hari ini,giliran Pemerintah Malaysia melakukan hal serupa。

“Kementerian Luar Negeri menekankan kematian itu tejadi di tanah马来西亚secara misterius。 Maka,sudah menjadi tanggung jawab Pemerintah Malaysia untuk melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi penyebab kematiannya,“ujar Wakil Sekretaris Jenderal untuk Hubungan Bilateral,Nushirwan Zainal Abidin dalam pada Senin,20 Februari。

散文penyelidikan双关语harus dilakukan sesuai dengan aturan杨berlaku di马来西亚。 Pihak Kedutaan Korut di Malaysia,kata Nushirwan selalu dikabari mengenai perkembangan penyelidikan。 Termasuk kesimpulan dari hasil investigasi。

“Jasadnya akan diserahkan kepada keluarga terdekat sesuai dengan aturan hukum dan prosedur yang berlaku di Malaysia。 Pemerintah Malaysia sudah bersikap transparan terkait isu ini,“katanya lagi。

Pemerintah Malaysia juga memanggil pulang Dubes mereka di Pyongyang untuk berkonsultasi。 Sementara,usai dipanggil oleh Pemerintah Negeri Jiran,Dubes Kang Chol justru menggelar jumpa pers dan melempar tuduhan baru。 Dia mengatakan jika hasil penyelidikan kepolisian Malaysia tidak bisa dipercaya。

“Ini sudah berlangsung selama tujuh hari sejak insiden itu berlalu。 Tetapi,tidak ada bukti yang jelas mengenai penyebab kematian dan saat ini kami tidak mempercayai hasil penyelidikan kepolisian Malaysia,“ujar Kang di depan gedung Kedutaan Besar Korut di Kuala Lumpur。

Dia juga menuding personel polisi Malaysia sudah memukul putera salah satu warganya yang ditangkap pada hari Jumat malam kemarin。 Pemerintah Korut juga menyebut warganya yang tewas sebagai Kim Chol,sesuai dengan data paspor yang dia bawa。

Karena tidak percaya terhadap hasil penyelidikan Pemerintah Negeri Jiran,Korut menuntut untuk dilibatkan。 Tetapi,permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh Perdana Menteri Najib Tun Razak。

“Personel polisi dan tim dokter kami sangat profesional。 Saya memiliki keyakinan penuh bahwa mereka akan bersikap objektif dalam melakukan pekerjaannya,“ujar Najib seperti dikutip media hari ini。

Dia pun menepis tudingan Korut bahwa Malaysia memiliki niat tersembunyi karena tetap menahan jasad Kim Jong-Nam。 - Rappler.com