新闻是有分量的

Irman Gusman divonis 4,5 tahun

2017年2月20日下午1:19发布
2017年2月20日下午1:19更新

Mantan Ketua DPD Irman Gusman(kedua kanan)meninggalkan ruangan usai mengikuti sidang pembacaan tuntutan kasus suap impor gula di Pengadilan Tipikor,Jakarta Pusat,Rabu(1/2)。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

Mantan Ketua DPD Irman Gusman(kedua kanan)meninggalkan ruangan usai mengikuti sidang pembacaan tuntutan kasus suap impor gula di Pengadilan Tipikor,Jakarta Pusat,Rabu(1/2)。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah(DPD)Irman Gusman divonis 4,5 tahun dan denda Rp 200 juta oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor,Senin 20 Februari 2017。

Selain itu majelis hakim juga mencabut hak politik Irman Gusman selama tiga tahun。 “Terhitung sejak terdakwa selesai menjalani pidana pokok,”kata Ketua Majelis Hakim Nawawi Pomolango di Pengadilan Tipikor,Jakarta Pusat,Senin 20 Februari 2017。

Vonis ini lebih rendah dari tuntutan jaksa yang menuntut Irman dengan 7 tahun penjara。 Jaksa saat itu menuntut Irman Gusman dengan pasal Pasal 12 huruf b UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi。

Irman kemudian terbukti menerima suap Rp 100 juta dari pasangan suami istri pengusaha gula,Xaveriandy Sutanto dan Memi。 Uang tersebut diberikan setelah Irman membantu keduanya mendapatkan kuota pembelian gula impor dari Perum Bulog untuk Provinsi Sumatera Barat。

Saat ini Xaveriandy dan Memi juga telah divonis,masing-masing dengan hukuman 3 tahun dan 2,5 tahun penjara。 Irman mengatakan dirinya menghormati putusan hakim。 Ia juga belum memutuskan apakan akan mengajukan banding atau menerima putusan tersebut。

“Jadi saya mengucapkan terima kasih atas putusan yang mulia,saat ini kami mohon waktu untuk pikir-pikir untuk memberikan kesempatan kepada kami,mudah-mudahanan kami bisa memutuskan lebih baik,”kata Irman。 -dengan laporan ANTARA / Rappler.com