新闻是有分量的

Polri:Personel kepolisian di Sudan kembali ke Indonesia pada akhir bulan Februari

2017年2月18日上午8:09发布
更新时间:2017年2月18日上午8:09

FPU印度尼西亚。 Anggota Satgas FPU Indonesia VIII memperagakan yel saat mengikuti upacara pemberangkatan di Rupatama Mabes Polri,雅加达,Kamis,2016年12月17日。摄影oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

FPU印度尼西亚。 Anggota Satgas FPU Indonesia VIII memperagakan yel saat mengikuti upacara pemberangkatan di Rupatama Mabes Polri,雅加达,Kamis,2016年12月17日。摄影oleh Muhammad Adimaja / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Setelah sempat tertahan 33 hari di Darfur Utara,akhirnya badan PBB di Darfur(UNAMID)pada Jumat,17 Februari menerbitkan izin pemulangan bagi Satgas Garuda Bhayangkara yang terdiri dari 139 personel Polri。 Satgas yang tergabung dalam Formed Unit Police(FPU)gelombang ke-8 dijadwalkan kembali ke Tanah Air dalam waktu 10 hari ke depan。

Kabagpenum Divisi Humas Polri,Martinus Sitompul mengatakan nota pemulangan baru saja diterbitkan oleh Department Peace Peace Operations(DPKO)PBB di New York。

“Hasil investigasi mereka memang belum secara resmi dikeluarkan。 Tetapi,dari DPKO sudah mengirimkan nota diplomatik ke perwakilan Indonesia di New York untuk proses kepulangan anggota FPU VIII,“ujar Martinus di Mabes Polri,Jakarta Selatan pada Jumat,17 Februari。

Kendati nota pemulangan sudah dirilis,Martinus menjelaskan,FPU VIII masih harus menunggu proses pemberkasan pemulangan。 Pertama,mereka masih harus menunggu konfirmasi izin balasan dari otoritas Sudan yang diperkirakan terbit paling lama 10 hari。

“Masuk kepada wilayah苏丹tentu harus diperoleh sehingga pesawat ini bisa mendarat di Sudan kemudian membawa pulang anggota FPU VIII。 Ada proses yang butuh waktu sekitar 7-10 hari ke depan,“kata dia。

Sementara,terkait hasil investigasi senjata api ilegal yang dituduhkan kepada anggota Polri,Martinus mengatakan tidak ditulis di dalam nota diplomatik itu。 Tetapi,dia menilai dengan dikeluarkan nota pemulangan itu sudah bisa diidentifikasi bahwa anggota Polri tidak terbukti berniat menyelundupkan senjata seperti yang dituduhkan oleh Sudan selama ini。

“Mereka tidak sampaikan hasil investigasi kepada perwakilan bantuan hukum yang dikirim dari Indonesia ke sana。 Tapi UNAMID sudah memberikan informasi kepada DPKO,“tutur dia。

Martinus juga menjelaskan,kasus itu tidak membuat hubungan双边antara印度尼西亚dan Sudan memburuk。 Polri pun masih menempatkan personelnya di FPU IX di Sudan di bawah tanggung jawab达尔富尔混合行动。

“Jadi,tidak ada alasan Polri untuk menarik(personelnya),karena ini sebuah kebanggaan ditunjuk oleh badan PBB untuk melakukan tugas visi-misi perdamaian,”katanya。 (BACA: )

Sebelumnya,139 personel Polri dituduh berniat menyelundupkan senjata dari Sudan ke Tanah Air。 Hal ini karena saat tengah check-in di Bandara El-Fasher,Sudan ditemukan sebuah tas tanpa identitas di dekat barang kontingen Indonesia。

Setelah dicek tas itu berisi puluhan amunisi dan senjata。 Akibatnya,ratusan personel Polri yang semula dijadwalkan kembali ke Tanah Air tanggal 21 Januari lalu menjadi tertahan。 - Rappler.com