新闻是有分量的

Diduga mogok makan,tiga imigran di Kupang dilarikan ke rumah sakit

2017年2月17日下午2点02分发布
2017年2月17日下午2:02更新

Suasana di Rumah Detensi Imigrasi(Rudenim)Kupang,Nusa Tenggara Timur(NTT),Kamis(16/2)。 Foto oleh Jose / Rappler

Suasana di Rumah Detensi Imigrasi(Rudenim)Kupang,Nusa Tenggara Timur(NTT),Kamis(16/2)。 Foto oleh Jose / Rappler

K UPANG,印度尼西亚 - Unjuk rasa ratusan imigran di Rumah Detensi Imigrasi(Rudenim)Kupang,Nusa Tenggara Timur(NTT),terus berlanjut。 Tiga imigran dilarikan ke rumah sakit setelah diduga melakukan mogok makan。

“Tiga orang yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kota untuk diraw​​at,”kata Abas,salah satu imigran penghuni Rudenim Kupang,Jumat,17 Februari 2017。

Ketiga Imigran tersebut diraw​​at di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Kupang。 Ketiganya terlihat lemas。 Direktur rumah sakit melarang wartawan untuk mewawancarai mereka tanpa izin。

Namun aksi mogok makan ini dibantah oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kantor Wilayah Hukum dan HAM NTT Fery Sihite。 “Tidak ada mogok makan atau jahit mulut.Mereka hanya protes karena terlalu lama berada di Rudenim tanpa status yang jelas,”kata Fery。

Sehari sebelumnya,ratusan imigran melakukan aksi unjuk rasa menuntut国际移民组织(IOM)dan 联合国难民事务高级专员办事处( UNHCR)untuk memindahkan mereka ke negara ketiga。

Mereka merasa sudah terlalu lama di Rudenim Kupang tanpa kejelasan status。 Banyak dari imigran ini berasal dari Afganistan,Iran,Bangladesh,India dan Myanmar。 - Rappler.com