新闻是有分量的

Salah satu pelaku pembunuhan saudara Kim Jong-un membawa paspor Indonesia?

2017年2月16日中午12点发布
2017年2月16日下午4:13更新

DIBUNUH。 Seorang pria tengah menonton sebuah tayangan berita di televisi yang menampilkan berita mengenai saudara tiri Kim Jong-Un yakni Kim Jong-Nam。 Dia tewas usai diracun pada Senin,13 Februari。 Foto oleh Jung Yeon-Je /法新社

DIBUNUH。 Seorang pria tengah menonton sebuah tayangan berita di televisi yang menampilkan berita mengenai saudara tiri Kim Jong-Un yakni Kim Jong-Nam。 Dia tewas usai diracun pada Senin,13 Februari。 Foto oleh Jung Yeon-Je /法新社

印度尼西亚雅加达 - Kepolisian Malaysia terus melakukan penyelidikan terhadap tewasnya saudara tiri pemimpin tertinggi Korea Utara,Kim Jong-Nam。 Dia tewas dibunuh saat berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur,Malaysia pada Senin,13 Februari。

Personel kepolisian马来西亚sudah menahan dua orang perempuan secara terpisah。 Tersangka pertama diketahui bernama Doan Thi Huong,berusia 28 tahun,yang memegang paspor越南。 Dia direncanakan akan menghadiri persidangan pada Kamis pagi。

Sementara,tersangka kedua diketahui bernama Siti Aisyah,berusia 25 tahun dan memegang paspor Indonesia。 Kedua paspor ini tentu bisa dipalsukan。 Oleh sebab itu,mereka masih terus dimintai keterangan。

Keduanya ditangkap berdasarkan pemeriksaan kamera pengawas yang terpasang di band bandara。 Dalam potongan rekaman kamera itu terlihat seorang perempuan dengan wajah Asia,mengenakan baju atasan dengan huruf“LOL”berdiri dekat dengan Kim。

Wakil Inspektur Jenderal Polisi Malaysia,Rashid Ibrahim mengatakan pihaknya masih akan melakukan beberapa penahan lagi selama beberapa hari ke depan。

Tolak autopsi

Hingga saat ini,jenazah Kim masih terbaring di Rumah Sakit Kuala Lumpur。 Namun,hasilnya belum keluar。 Menurut seorang pejabat berwenang di Malaysia,Pemerintah Korea Utara menolak untuk dilakukan autopsi。

“Tetapi,kami mengatakan kepada mereka untuk mengikuti aturan yang berlaku di Malaysia,”ujar pejabat tersebut。

Sementara,媒体马来西亚yang mengutip seorang sumber senior mengatakan Pemerintah Korut sudah meminta kepada Malaysia agar jasad Kim segera dipulangkan ke Indonesia。 Namun,pernyataan itu dibantah。 Hingga hari Rabu kemarin belum ada satu pun pihak yang datang ke ruang jenazah dan meminta agar jenazah segera dipulangkan。

Seorang petugas di kamar jenazah mengatakan tidak mengetahui siapa yang akan mengklaim jenazah Kim。 Tetapi,pejabat berwenang dari Kedutaan Korut,terlihat mengunjungi departemen forensik pada Rabu sore。 Mobil dengan pelat nomor diplomatik itu juga kembali ke ruang departemen forensik pada malam harinya。

Sudah dibidik

PERNYATAAN PERS。 Keterangan pers yang dirilis oleh Polisi Diraja Malaysia soal kematian Kim Jong-Nam pada hari Senin,13 Februari。 Foto diambil dari situs resmi Royal Malaysia Police(RMP)。

PERNYATAAN PERS。 Keterangan pers yang dirilis oleh Polisi Diraja Malaysia soal kematian Kim Jong-Nam pada hari Senin,13 Februari。 Foto diambil dari situs resmi Royal Malaysia Police(RMP)。

Jika apa yang disebut dalam谣言itu benar,maka ini menjadi peristiwa pembunuhan yang terjadi di bawah kekuasan sang kakak Kim Jong-Un。 Beberapa pengamat menyebut kematian Kim Jong-Nam merupakan perintah langsung dari Jong-Un karena mendengar adiknya itu akan segera membangkang。

Pria berusia 45 tahun itu tewas dengan cara diracuni oleh agen intelijen Korut ketika dia tengah berada di Bandara Internasional Kuala Lumpur untuk masuk ke pesawat menuju ke Macau。 Berdasarkan informasi dari kepolisian Malaysia,terdapat cairan yang disemprotkan ke bagian wajah dan dilakukan oleh dua orang perempuan。

Dia sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat,namun nyawanya tidak dapat terselamatkan。

Kim Jong-Nam disebut sudah lama dibidik untuk dibunuh。 Dia pernah mengirimkan surat kepada kakaknya di tahun 2012 lalu dan memohon agar tetap dibiarkan hidup。

“Kami tidak memiliki tempat untuk pergi dan bersembunyi。 Kami sadar bahwa satu-satunya cara untuk bisa kabur yakni dengan bunuh diri,“tulis Kim Jong-Nam dalam sebuah surat kepada saudara kandungnya dan dikonfirmasi oleh para penegak hukum di Korea Selatan。

Saat ini,Kim Jong-Nam tinggal bersama istri dan anak-anaknya di Makau。 Dia sempat menjadi pengganti yang diunggulkan untuk menjadi pemimpin Korut usai ayahnya,Kim Jong-Il meninggal。

Tetapi,dia terpaksa harus mengasingkan diri usai tertangkap tangan masuk ke Disneyland Jepang di tahun 2001 dengan menggunakan paspor palsu。 - dengan laporan AFP / Rappler.com