新闻是有分量的

KPK cegah istri Setya Novanto ke luar negeri selama enam bulan

2017年11月23日下午4:58发布
更新时间:2017年11月23日下午4:58

TINGGALKAN KPK。 Istri Ketua DPR Setya Novanto,Deisti Astriani Tagor(kedua kanan)meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta,Senin,11月20日。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

TINGGALKAN KPK。 Istri Ketua DPR Setya Novanto,Deisti Astriani Tagor(kedua kanan)meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta,Senin,11月20日。 Foto oleh Sigid Kurniawan / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Deisti Astriani Tagor,istri Setya Novanto dicegah ke luar negeri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK)selama enam bulan ke depan。 Pencegahan dilakukan terhitung dimulai pada 11月21日hingga bulan Mei 2018。

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan keterangan Deisti masih dibutuhkan dalam proses penyidikan KTP Elektronik untuk tersangka Anang Sugiana Sudiharjo,Direktur PT Quadra Solution。

“KPK telah mengirimkan surat ke imigrasi Kementerian Hukum dan HAM untuk pencegahan ke luar negeri terhadap Deisti Astriani Tagor dalam proses penyidikan kasus KTP Elektronik,”ujar Febri melalui keterangan tertulis pada Kamis,11月23日。

Ia menjelaskan alasan Deisti dicegah karena keterangannya masih dibutuhkan dalam kapasitasnya sebagai saksi kasus KTP Elektronik。

“Dan agar saat dibutuhkan keterangannya tidak sedang berada di luar negeri,”kata dia。

Sebelumnya,Deisti hadir ketika dipanggil KPK pada Senin,11月20日dalam kapasitasnya sebagai saksi。 Ia hadir sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana。

Namun,usai diperiksa,Deisti enggan berkomentar。 Sementara,KPK mengatakan penyidik memanggil Deisti untuk menggali sejarah kepemilikan perusahaan yang mengikuti proses lelang KTP Elektronik,salah satunya adalah Murakabi Sejahtera。 Diketahui PT Mondialindo Graha Persada merupakan pemilik saham mayoritas di PT Murakabi Sejahtera,peserta lelang konsorsium proyek KTP Elektronik。

Sementara,80 persen saham PT Mondialindo dikuasai oleh anak dan Deisti,masing-masing 50 persen dan 30 persen。 Menurut keterangan mantan Direktur Utama PT Murakabi Sejahtera,Deniarto Suhartono di persidangan,sebanyak 14 perusahaan termasuk perusahaan yang ia pimpin dan PT Mondialindo adalah perusahaan yang sengaja dibentuk ketika akan mengikuti proses tender dalam sebuah proyek。 - Rappler.com