新闻是有分量的

Mesty Ariotedjo bicara tentang karier kedokteran,kepedulian dan kecantikan

2017年10月17日下午3:18发布
2017年10月17日下午3:27更新

DOKTER ANAK。 Kini Mesty Ariotedjo tengah mencurahkan konsentrasi dan fokusnya guna menyelesaikan pendidikan dokter spesialis anak。 Foto oleh Yetta Tondang / Rappler

DOKTER ANAK。 Kini Mesty Ariotedjo tengah mencurahkan konsentrasi dan fokusnya guna menyelesaikan pendidikan dokter spesialis anak。 Foto oleh Yetta Tondang / Rappler

雅加达,印度尼西亚-Pekan lalu,atas undangan Wardah,Rappler berkesempatan berbincang panjang dengan sosok Mesty Ariotedjo,perempuan berusia 28 tahun yang dikenal karena kiprahnya di dunia modeling,musik dan kedokteran。

Lama tak terdengar kiprahnya di dunia hiburan dan modeling,kini Mesty memang mengaku banyak mencurahkan waktu dan konsentrasinya dalam bidang kedokteran。 Apalagi karena saat ini Mesty berpraktek penuh waktu di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sembari menyelesaikan program spesialis anak yang tengah dijalaninya。

“Iya,ini aku baru selesai tadi jam 5 sore, shift kerja dari jam 5 pagi,”ujar Mesty yang meski terlihat lelah tapi masih bersemangat untuk berbagi cerita。 Kehadiran Mesty malam itu untuk memperkenalkan diri sebagai 品牌大使 terbaru Wardah。

“Kalau Wardah,saya satu visi dan misi.Wardah ini selalu menyuarakan kepositifan dan punya inspiring movement juga.Jadi saya rasa suatu kehormatan dan kesempatan saya bisa bergabung.Saya bisa bekerja sama untuk membuat sesuatu yang lebih besar lagi,”ujar Mesty membuka pembicaraan。

Bahagia karena memberi

Sosok Mesty boleh saja dikenal sebagai selebriti dan 公众人物 Tapi ia juga dikenal karena selalu peduli dengan hal-hal yang bersinggungan dengan kehidupan sosial。 Apalagi karena ia memang kini berprofesi sebagai dokter yang mengharuskannya bertemu dan menolong banyak orang。

Lantas,apa yang melatarbelakangi Mesty memilih profesi sebagai dokter?

“Saya terinspirasi dari ibu saya.Dari kecil saya melihat ibu saya.Dia suka menolong orang dengan cara berbeda.Misalnya ketemu pemulung,diajak makan atau dibantu,seperti itulah.Jadi saya belajar,ketika saya memberikan hal sekecil apapun pada orang lain,ada perasaan yang bahagia yang enggak bisa diungkapkan.Bahagianya terakumulasi terus,“ujar pemilik nama lengkap Dwi Lestari Pramesti Ariotedjo ini membuka percakapan。

“Tujuan hidup kita apa sih selain membantu orang dan bermanfaat bagi sekeliling kita?Kebetulan waktu saya SMA,orang tua saya bilang bahwa saya hanya boleh kuliah di Jakarta.Terus saya mikir,apa ya?Sebenarnya enggak kebayang ingin jadi dokter.Tapi waktu itu saya mikir,apa pekerjaan yang secara konkrit emang bermanfaat buat orang lain tanpa saya harus mikir banyak.Akhirnya saya memilih untuk masuk ke jurusan kedokteran。“

Pilihan Mesty tak salah。 Karena sejak berkuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,ia banyak dipertemukan dengan sosok-sosok yang sangat menginspirasinya untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama。

Membantu pasien tak mampu

Wanita yang mahir bermain harpa ini juga bercerita soal momen saat ia diwajibkan berdinas dan berpraktek di Ruteng,Flores,Nusa Tenggara Timur。 Selama 1 tahun masa dinasnya di sana,Mesty banyak menyaksikan kejadian dan kondisi yang membuatnya merasa harus berbuat sesuatu yang lebih。

“Misalnya,saya bertemu satu pasien perempuan.Dia tabrak lari,pendarahan di otak,harus dirujuk ke Bali.Tapi untuk bisa dirujuk ke Bali dia kan butuh biaya pesawat,biaya untuk ngantar ,biaya di sana.Akhirnya keluarganya bilang,'Dok,kami enggak punya uang.Kami pasrah di sini saja。' Dan pasiennya meninggal.Itu hanya satu dari banyak kisah seperti itu。“

Belajar dari pengalamannya bersama warga di Ruteng,akhirnya Mesty dan seorang rekannya berinisiatif menggagas , platform crowdfunding yang fokus untuk membantu biaya pengobatan masyarakat yang kurang mampu。 Mesty merintis WeCare.id sejak Oktober 2015 lalu。

“Sampai saat ini kami jumlah paseinnya lebih dari 300 pasien dari Sumatera sampai Papua,dengan total dana terkumpul sekitar Rp 2,4 miliar,”kata Mesty。

WeCare.id ini mewadahi pendanaan bagi pasien yang tidak mampu dalam tiga pilar utamanya。 Pertama sebagai药剂师 “Dokter yang ada didaerah mana saja yang pasiennya butuh bantuan bisa menghubungi kami.Misalnya pasiennya butuh kursi roda atau misalnya butuh nutrisi khusus yang enggak ditanggung。”

Pilar kedua adalah捐赠者。 “Setiap orang yang buka wecare.id bisa memilih pasiennya untuk menyumbang dari Rp 25 ribu.Bisa milih pasien yang mana.Atau misalnya bingung,ada donasi yang untuk semua.Nyumbang aja,nanti kami alokasikan ke siapa.Transparan,semua jalur uang dan donasi比萨迪利哈特​​。“

Dan pilar ketiga adalah 催化剂 “Misalnya ada tetangga atau ketemu orang di jalan,tinggal foto dan kasi tahu ke kami.Nanti kami yang akan follow up dan membantu。

Dibantu Gigih,sahabatnya sekaligus 联合创始人 dan banyak sukarelawan lain,Mesty bersyukur bisa menyalurkan niatannya untuk berbagi sesuai profesinya sebagai dokter lebih luas lagi lewat WeCare.id。

Lewat WeCare.id,Mesty sudah pernah menyabet berbagai penghargaan。 Sebut saja ASEAN-ICT Awards-企业社会责任类别,澳大利亚 - 东盟社会企业新兴领导者,DFAT和Asialink 2017 serta penghargaan di Asia社会创新奖香港。

Membentuk generasi

Mesty melanjutkan cerita tentang mengapa ia memilih program spesialis anak saat melanjutkan studinya。 Kata Mesty,keputusan tersebut karena ia ingin membentuk generasi yang lebih baik sejak sekarang。

“Saya merasa memiliki satu kesan terhadap masa kecil yang sangat mendalam.Saya merasa apa yang terjaid pada individu dsaat dewasa adalah refleksi yang terjadi saat mereka masih kecil.Anak kecil itu mudah dibentuk baik dalam kesehatan atau berkepribadian sehari-hari.Jadi saya memiliki keinginan untuk电影节目电影节目播音员电影节目播音员电影节目播音员电影节目播音员电影节目播音员电视节目播音员特立尼达和多巴哥ini。

Setiap menangani pasien anak-anak,seletih apapun,Mesty bisa merasakan semangat yang bergejolak di dirinya。 Semua itu dilandasi satu keyakinan,bahwa ia tengah berbuat sesuatu yang baik untuk masa depan sang anak kelak。

Maka ketika ia harus menjalani proses pendidikan yang panjang,dibarengi praktek kerja yang menuntut konsentrasi dan fokus penuh,Mesty tetap berusaha melakukan yang terbaik。

“Sekarang nyaris 90%waktu saya habis di RSCM.Sampai saat ini kami bisa bekerja 110 jam minggu.Saya baru kerja dari jam 5 pagi baru pulang jam setengah 5 sore,”ungkap Mesty。

Membagi waktu

Menjadi dokter yang tengah menempuh pendidikan,tapi juga dibarengi beraktivitas di dunia hiburan tentu butuh komitmen dan skill mengelola waktu yang baik。

“Sebenarnya semua soal skala prioritas.Semakin dewasa kita tahu kita tidak bisa melakukan semuanya.Saya lebih tegas sekarang,prioritas saya sebagai dokter.Kalau saya melakukan hal lain seperti menjadi brand ambassador itu adalah sesuatu yang saya senang lakukan.Itu istirahatnya saya yang memang saya suka.Kayak syuting gitu,itu refresh buat saya.Menyenangkan.Atau main musik.Pasti ada waktu,setidaknya seminggu sekali atau dua kali.Pasti sempat.Selain berusaha untuk menyelipkan tidur,“jawab Mesty。

Karena jadwal pendidikannya sudah pasti,maka justru Mesty merasa lebih bisa mengatur waktu dan aktivitas di luar aktivitas kedokteran。 Tapi karena prioritasnya saat ini adalah fokus menyelesaikan pendidikannya sebagai dokter spesialis anak,maka yang lain coba ia kesampingkan dahulu。

“Kalau ada pekerjaan lain(di luar kedokteran)yang saya tertarik saya bisa menyesuaikan dan bisa milih,saya akan lihat saya mampu apa enggak.Semakin ke sini saya semakin membiasakan diri untuk bilang'Enggak。 Kalau semua diiyain ,walaupun menarik tapi kalau tidak maksimal,untuk apa?“

Tapi Mesty tidak memiliki niat untuk sepenuhnya meninggalkan dunia hiburan dan modeling yang bagaimanapun telah ikut berandil membesarkan namanya。 “Masih banyak yang nyinyir bilang ke saya,' Ngapain sih loe,kalau udah dokter ya dokter aja, ngapain yang lain?' Cuma yang saya lihat,dengan masyarakat lebih mengetahui saya sebagai individu,itu sangat memudahkan saya sekali untuk saya memberikan penyuluhan atau pesan kesehatan atau kepositifan.Itu terasa sekali waktu saya di Flores.Waktu itu mereka cukup tahu saya,jadinya lebih mudah masuk ke masyarakat。 “

Tetap menjaga kesehatan kulit dan wajah

Menghabiskan sebagian waktu merawat pasien di rumah sakit membuat Mesty tak terlalu memikirkan soal penampilannya。 “哇,coba saja datang ke RSCM ketemu saya,ya saya engak pernah make up 。哈哈哈,”ujarnya sambil tertawa。

Mengaku sebagai pribadi yang lebih cuek,Mesty pun mengaku tidak menggunakan skin care khusus。 “Saya orangnya cuek.Kadang kalau udah capek banget,cuci muka biasa dan tidur.Cuma yang saya rasakan bermanfaat adalah kebiasaan pola makan dan minum air.Saya banyakin protein,hewan dan nabati.Sama kurangi garam。”

Selain itu,kata Mesty,yang paling jitu dan bermanfaat untuk kecantikan adalah istirahat yang cukup。 “Sama 少糖 .Berdasarkan riset,gula itu meransang peradangan,termasuk jerawat dan keluarnya keringat lebih aktif。Jadi berusaha sebisa mungkin mengurangi sugar dan perbanyak sayur.Sama olahraga.Aku pilates.Aku enggak banyak cardio karena di RS udah cardio.RSCM kan ujung ke ujung.Ngejar -ngejar konsultan ,jalan cepat banget,lari sana-sini。“

Sementara untuk riasan wajah,Mesty mengaku tidak neko-neko。 Yang tidak bisa dilewatkannya adalah penggunaan眼线。 “Itu aja sama 双向蛋糕 langsung pakai bedak sama 唇膏 aja.Itu aja.Enggak pake blush on sehari-hari.Warna lipstik saya juga tone -nya natural color.Lebih cocok,”kata Mesty yang sebentar lagi akan mengakhiri masa lajangnya ini 。 -Rappler.com